Menguak Fakta SPG Cantik dan Seksi IIMS yang Digaji Mahal, Hingga Menjadi Incaran Pria Berduit dan Simpanan Pejabat

LEBAHpers – Setiap event Indonesia International Motor Show (IIMS) menjadi magnet tersendiri bagi para pecinta otomotif lokal maupun mancanegara.

Kali ini, IIMS 2018 diselenggarakan selama 11 hari sejak tanggal 19 hingga 29 April 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Antusiasme warga bukan hanya ingin melihat deretan produk-produk otomotif yang antik, tapi tentunya sekalian melihat wanita-wanita cantik nan seksi.

Mereka itu adalah para salaes promotion girl (SPG).

Para sales promotion girl (SPG) menjadi daya tarik lain untuk mempercantik produk yang ditampilkan para pabrik otomotif.

Mengulik tentang SPG, memiliki kisah tersendiri dalam ajang IIMS tersebut.

Berikut kisah mereka yang dirangkum dalam setiap event dari tahun ke tahun.

Para SPG di IIMS dapat mengantongi uang dari Rp 4,4 juta hingga Rp 11 jutaan hanya dalam 11 hari bekerja.

“Saya upahnya Rp 700 ribu per shift. Satu shiftnya 6 sampai 8 jam sehari,” ujar Regina, SPG Mitsubishi pada IIMS di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (20/4/2018).

Melansir TribunJakarta.com, upah untuk SPG di IIMS April 2018 per shifnya berkisar antara Rp 400 ribu hingga Rp 1 juta.

Untuk satu shift berkisar antara 4 hingga 8 jam setiap harinya.

Jadi jika dihitung, setiap SPG akan mendapatkan upah sekitar Rp 4,4 juta hingga Rp 11 juta dalam 11 hari pagelaran.

“Lumayan penghasilannya segitu hanya promosiin mobil dan tidak panas-panasan karena di dalam ruangan,” ujar Intan, satu di antara SPG motor di IIMS.

IIMS 2018 Rangkul Pengusaha Truk, dan Aksesoris dari China Sampai Jepang

 

Para Sales Promotion Girl (SPG) berpose di antara mobil-mobil yang sedang dipamerkan pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (2/5/2017).

Menggoda dan Digoda

Aksi penampilan menggoda dari wanita-wanita cantik di booth-booth Indonesia International Motor Show (IIMS) selalu menjadi pusat perhatian pengunjung.

Namun, tidak dapat dipungkiri para SPG dapat saja menjadi incaran para lelaki yang hanya ingin berkenalan dengan dirinya.

Seperti yang dikisahkan Rea Dinata, salah satu SPG, mengaku godaan dari pengunjung laki-laki sering terjadi dan biasanya modus para lelaki tersebut minta kenalan hingga meminta nomor telepon genggamnya.

“Sering digodain, tapi kita jelaskan kepada orang itu kalau kita kerja profesional dan kalau minta nomer HP (handphone) saya kasih nomor produk otomotif yang dipromosiin,” kata Rea tersenyum manis.

Menurut Rea, tindakan memberikan nomor telepon produk yang dipromosiin tidak menyalahi aturan, sebab para pengunjung yang datang ke IIMS pasti tujuannya ingin membeli mobil, bukan membeli lainnya.

“Yah kalau saya kasih nomor HP saya juga buat apa, saya kan bukan yang jualan mobil. Saya pun diajarin triknya sama agency-nya EO (Event Organizer) menghindari godaan om-om,” ujarnya.

Adapun trik menghindari godaan para lelaki hidung belang, kata Rea, menjelaskan kepada lelaki tersebut bahwa dirinya bekerja secara profesional.

Ia berusaha mengalihkan pembicaraan, dan memberikan nomor telepon di mana dirinya marketing perusahaan yang menjual produk yang dijaganya.

Sementara, Icha seorang SPG yang pernah bertugas di ajang IIMS 4 tahun lalu, mengisahkan, tak menampik adanya transaksi seks melibatkan rekan-rekan seprofesinya.

Namun tidak semua SPG terlibat hal prostitusi terselubung itu.

”Iya banyak teman saya begitu. Tapi kalau saya tidak lah,” kata Icha.

Menurut Icha, banyak juga rekannya sesama SPG yang usai IIMS berakhir, akhirnya berkecimpung di dunia model.

“Kalau SPG kan tergantung event. Kalau direkrut jadi model, maka event-nya makin sering dan bayarannya makin gede,” ujarnya.

Sementara Reina, SPG lainnya menuturkan prostitusi terselubung berkedok SPG tersebut, terjadi karena para pengunjung pria hidung belang terus menggodanya.

“Justru, kami yang digoda-goda. Kalau tak kuat iman, bisa jadi,” kata Reina tanpa sungkan membuka cerita tentang prostitusi terselubung tersebut.

Sedangkan Sheila (21), SPG lain di IIMS mengakui bahwa banyak sekali godaaan dari para pengunjung.

“Tapi tolong berpikiran positif. Tidak semua SPG mau jual diri seperti itu. Saya akui ada yang jual diri. Ini tergantung dari masing-masing SPG. Saya hanya jual senyum tetapi tidak jual diri,” ungkapnya senyum.

Ia mengisahkan, selama dalam ajang pameran, sudah puluhan pria yang menggoda dan merayu, tetapi tidak ditanggapinya.

“Saya alihkan pembicaraan jika sudah melenceng. Saya dituntut untuk tetap berlaku ramah dan murah senyum. Saya dan sebagian kawan-kawan bukan jual diri,” kisah Sheila.

Sheila mengaku tanggungjawabnya cukup sepadan dengan fee yang didapatkannya. “Sekali shift bisa dapat hingga Rp 1 Juta,” ujarnya.

Lain halnya dengan Marisa (23). Ia mengatakan, profesi sebagai SPG sebenarnya mengandalkan otak selain kecantikan. Sebab harus tahu dan hafal produk.

Mahasiswi Sastra Inggris di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta itu mengatakan, pengetahuan tentang produk memang menjadi tugasnya selama pameran berlangsung.

“Jadi tak sekadar memamerkan kemolekan tubuh untuk menarik perhatian pengunjung, tapi juga otak,” ujarnya.

Marisa mengaku wajib berdiri selama jam kerja berlangsung.

Meski begitu, ia puas karena lelahnya terbayar dengan penghasilan yang cukup memuaskan.

“Saya kan gak boleh duduk selama tugas. Harus selalu senyum juga. Capek yah capek, tapi mikirin duitnya itu lho,” katanya senyum.

Ia mengisahkan, untuk satu shift diberi fee senilai Rp 700 hingga Rp 800 ribu, termasuk istirahat satu jam.

“Tapi kalau long shift atau masuk dari pagi sampai malam, bayarannya dua kali lipat. Hari ini saya long shift,” ujarnya.

Selain lelah berdiri, ia juga mesti menghadapi aksi iseng pria-pria yang ingin meminta nomor teleponnya.

“Modusnya itu pura-pura foto dan meminta nomor telepon. Tapi saya gak ngasih. Ngasih email kantor aja,” ungkapnya.

VIDEO: Aduhai! Aksi SPG IIMS 2017 Bikin Mata Pengujung Melek

Aksi Para SPG Cantik IIMS 2017 yang Bikin Para Pengunjung Gagal Fokus

Enggak munafik

Lain halnya dengan kisah SPG Nia.

Ia tak sungkan menunjukkan kemolekan tubuhnya sembari terus mengumbar senyum.

Mahasiswi perguruan tinggi swasta di Jakarta ini mengaku menjadi SPG hanya sebagai batu loncatan saja.

“Kalau beruntung jadi model atau artis kalau tidak ya gitu deh,” kata Nia.

Ia mengatakan dalam pameran otomotif terbesar di Indonesia ini banyak agency model yang berburu wanita cantik dengan mengamati para SPG untuk menjadi model mereka.

Selain itu, banyak pula pria berduit yang memanfaatkannya untuk mengajak para SPG berkencan.

“Gue gak munafik, kalau orangnya keren dan gue suka serta bayarannya gede, kenapa enggak, gue ambil, dan gue kasih WhatsApp gue” katanya.

Menurutnya, selama 11 hari pameran IIMS pada 2014 lalu, Nia mengaku dibayar kisaran Rp 10 juta atau Rp 1 Juta per shift (6 jam) dalam sehari.

Bayarannya itu di luar uang makan dan transportasi yang ditanggung produsen mobil yang mengontrak Nia, juga rekan-rekannya.

“Sebelas hari berdiri di pameran dibayar Rp 10 Juta, sementara nemenin cukong seharian dan ‘begituan’, dibayar Rp 10 juta. Enakan mana coba? Makanya gue bilang gue gak munafik, apalagi kalau orangnya keren, hehehe,” kata Nia sambil tertawa kecil.

Melansir Tribunnews.com, Nia mengaku tak sembarangan pria yang dapat mengajaknya tidur atau berkencan.

“Gue milih-milih juga. Kalau bayaran standar dan orangnya gue gak suka, gue tolak,” ujarnya.

Menurut Nia, beberapa rekannya melakoni hal yang sama dengannya.

“Tapi gue gak mau dibilang PSK. Gue milih orang dan liat orang, sama bayarannya juga tentunya,” kata dia.

Ia mengatakan biasanya transaksi kencan akan dilakoninya usai IIMS berakhir.

“Kenalnya memang di IIMS, tapi jalannya setelah IIMS kelar dong,” katanya.

Menurut dia, selama kontrak menjadi SPG di IIMS, mereka tak boleh absen selama 11 hari itu.

“Kalau bolong sehari, potongannya lumayan gede, sampai Rp 2 juta,” katanya.

Nia menuturkan, ia sudah kerap menjadi SPG di event IIMS. Beberapa temen direkrut jadi model, tapi dirinya belum.

“Ada juga teman lain yang jadi simpanan pejabat juga setelah usainya IIMS,” kisahnya. (*)

Berikut foto-foto kecantikan SPG IIMS 2018.

Sales Promotion Girl berpose di samping mobil yang dipamerkan di Indonesia International Motor Show 2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (19/4/2018). Pameran otomotif terbesar di Indonesia ini akan berlangsung hingga 29 April 2018 mendatang.

Sales Promotion Girl berpose di samping mobil yang dipamerkan di Indonesia International Motor Show 2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (19/4/2018). Pameran otomotif terbesar di Indonesia ini akan berlangsung hingga 29 April 2018 mendatang.

Sales Promotion Girl berpose di samping mobil yang dipamerkan di Indonesia International Motor Show 2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (19/4/2018). Pameran otomotif terbesar di Indonesia ini akan berlangsung hingga 29 April 2018 mendatang.

Sales Promotion Girl berpose di samping mobil yang dipamerkan di Indonesia International Motor Show 2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (19/4/2018). Pameran otomotif terbesar di Indonesia ini akan berlangsung hingga 29 April 2018 mendatang.

Sales Promotion Girl berpose di samping mobil yang dipamerkan di Indonesia International Motor Show 2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (19/4/2018). Pameran otomotif terbesar di Indonesia ini akan berlangsung hingga 29 April 2018 mendatang.

Sales Promotion Girl berpose di samping mobil yang dipamerkan di Indonesia International Motor Show 2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (19/4/2018). Pameran otomotif terbesar di Indonesia ini akan berlangsung hingga 29 April 2018 mendatang.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: