Kronologis Lengkap, Serta Cara Keji Napi Teroris Habisi Nyawa 5 Polisi dan Sempat Kuasai Sel Ahok Hingga Menyerah

LEBAHpers – Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, memastikan seluruh narapidana teroris yang sempat memberontak di Mako Brimob, Depok, sudah menyerah kepada aparat kepolisian Republik Indonesia.

Wiranto didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala BIN Budi Gunawan mengatakan, aparat sejak fajar tadi sudah mengultimatum para napi untuk menyerahkan diri, Jika tidak maka polisi akan melakukan serbuan. Akhirnya, mayoritas napi pun menyerahkan diri dan melepaskan senjata.

“Jadi sebelum fajar mereka sudah menyerah tanpa syarat. Tidak ada negosiasi. Satu per satu kita minta mereka keluar dari lokasi mereka. Akhirnya 145 dari 155 keluar satu per satu. Senjata ditinggalkan,” kata dia.

Namun, Wiranto mengakui sempat ada 10 napi lain yang menolak untuk menyerah, Akhirnya polisi melakukan serbuan kedalam dan sempat terdengar beberapa kali bunyi ledakan dan tembakan.

“Dalam serbuan tersebut, 10 sisa teroris menyerah. Lengkap 155 teroris menyerah,” kata Wiranto.

5 Polisi dan 1 Napi Tewas

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal mengatakan bahwa insiden di Markas Korps Brimob Kelapa Dua, Depok, pada Selasa (8/5/2018) malam berawal dari keributan kecil antara tahanan dengan petugas kepolisian.

Keributan tersebut bermula dari penolakan pihak keluarga narapidana terorisme saat polisi hendak memeriksa makanan yang dibawa.

Ketika itu pihak keluarga bermaksud untuk menjenguk salah satu narapidana terorisme.

“Memang di media-media maupun media sosial berkembang. Nah saya kan ada di TKP sejak tadi malam. Saya lihat tahap demi tahap, bahwa apa yang diklaim oleh si A, B dan lain lain itu sama sekali tidak benar,” ujar Iqbal saat memberikan keterangan pada awak media yang meliput tak jauh dari gerbang Mako Brimob, Rabu (9/5/2018).

“Bahwa pemicunya adalah hal yang sepele, pemicunya adalah masalah makanan,” ujar dia.

Iqbal menegaskan, sesuai prosedur, seluruh makanan yang berasal dari luar dan diberikan kepada tahanan harus melalui prosedurpemeriksaan.

“Sesuai SOP memang makanan diverifikasi oleh kami apakah ada barang-barang lain, dan terjadilah keributan, cekcok,” kata Iqbal.

Akibat insiden tersebut lima polisi gugur dan satu narapidana tewas dalam insiden tersebut. Satu narapidana terorisme itu ditembak karena melawan dan merebut senjata petugas.

Iqbal menjelaskan dari lima rekan yang gugur mayoritas luka akibat senjata tajam di leher. Dan luka itu sangat dalam.

“Ada juga satu orang luka di kepala akibat tembakan, juga ada luka di dada kanan, mayoritas rekan- kami yang gugur luka pada sekujur tubuh, paha lengan jari akibat senjata tajam, silakan rekan-rekan media ini tindakan manusiawi atau bukan,” ujar Iqbal saat konfrensi pers.

Saat ini Polri masih berupaya membebaskan satu anggota Polri yang kini masih disandera oleh kelompok tahanan teroris. Polri masih bernegosiasi dan mengupayakan pembebasan secara persuasif untuk menghindari kerusakan lebih banyak lagi.

Inihasil forensik yang dikakukan oleh Gabungan Tim Inafis Bareskrim Polri dan Inafis Polda Metro Jaya terhadap korban kerusuhan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua:

1. Briptu Fandi Setio Nugroho, luka gorok di leher tembus dari leher belakang s/d tenggorokan, luka lecet pada alis kiri, luka terbuka pada pipi kanan

2. Syukron Fadhli, luka tembak pada kepala bag kiri atas kuping tembus kepala sebelah kanan, luka lecet paha kanan.

3. Wahyu Catur Pamungkas, luka gorok pada leher kanan sampai pipi kanan bawah, luka pada dagu kanan, luka tembak pada dahi sebelah kiri.

4. Yudi Rospuji Siswanto, luka tusuk pada kaki kanan, luka sobek lutut belakang, luka sayat pada kaki kiri, luka sobek pada punggung telapak kaki, jempol kaki kiri robek, pelipis kanan robek, mata kanan kiri luka bacok, leher luka bacok, dada kiri kanan luka tusuk, tangan kanan luka bacok, siku kanan luka bacok, tangan kanan atas luka.

5. Denny Setiadi, SH, pipi kiri luka bacok, bibi bengkak gigi atas lepas, leher belakang luka bacok, luka tembak pada dada kanan.

6. Beni Samsutrisno (napi teroris) luka tembak pada dada kiri dua lobang.

Sel Tahanan Sempat Ahok Dikuasai Teroris

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto menuturkan bahwa saat ini narapidana terorisme telah mengusai seluruh blok yang ada di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Blok tahanan yang dihuni mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ditahan pun telah dikuasai oleh para teroris tersebut.

“Gedung A, B, C itu sudah dikuasai semua, memang semua tahanan itu ada di situ semua. Satu kompleks ada 6 blok,” ucap Setyo saat ditanya soal tempat Ahok ditahan.

Ia juga belum bisa memastikan jumlah napi teroris yang menjadi pihak penyandera. Namun, kata Setyo, ada sekitar 30 sampai 40 orang yang pertama kali melakukan provokasi kericuhan dan membobol teralis besi tahanan di gedung C.

Kelompok tersebut kemudian menguasai seluruh area Rutan Mako Brimob.

“Sekitar 30 sampai 40 orang dari kelompok yang keras. Artinya mereka yang awalnya melakukan provokasi,” kata Setyo.

Namun ia memastikan pihak kepolisian telah mengamankan situasi sehingga tidak akan melebar ke luar area Mako Brimob.

Selain itu, proses negosiasi pun masih terus dilakukan.

“Satu rekan kami masih di dalam sedang disandera saat ini di tengah situasi kondusif kami dapat mengamankan situasi dan memblokir tahanan tersebut sehingga tidak melebar keluar. kami terus melakukan negosiasi,” ucapnya.

 

“Sesuai SOP memang makanan diverifikasi oleh kami apakah ada barang-barang lain, itu terjadi keributan, cekcok,” kata Iqbal.

Saat terjadi keributan beberapa petugas polisi disandera.

Ada enam polisi yang disandera sejak kemarin dan senjata diduga direbut oleh para tahanan narapidana teroris.

“Sehingga langkah-langkah yang kami ambil pertama melakukan upaya kepolisian untuk mengendalikan situasi. Alhamdulillah situasi sejak kemarin hingga hari ini sangat terkendali karena kami mengutamakan upaya persuasif yaitu negosiasi kepada beberapa tahanan yang ingin dan mau diajak untuk komunikasi,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: